hakikat jodoh menurut tasawuf
Allahtidak membutuhkan mereka (dalam pelaksanaan shalat), namun justru (hakikatnya shalat tersebut) merupakan anugerah dan karunia Allah untuk mereka. Dengan shalat, hati seorang hamba dan seluruh anggota tubuh beribadah. (Dalam shalat),Allah menjadikan bagian (anugerah) untuk hati lebih sempurna dan lebih besar, yaitu berupa (hati bisa
Istilah "sufi" atau "tasawuf" tentu sangat dikenal di kalangan kita, terlebih lagi di kalangan masyarakat awam, istilah ini sangat diagungkan dan selalu diidentikkan dengan kewalian, kezuhudan dan kesucian jiwa. Bahkan mayoritas orang awam beranggapan bahwa seseorang tidak akan bisa mencapai hakikat takwa tanpa melalui jalan tasawuf. Opini ini diperkuat dengan melihat penampilan lahir
BeberapaBukti Kesesatan Ajaran Tasawuf. 1. Al Hallaj seorang dedengkot sufi, berkata : Kemudian Dia (Allah) menampakkan diri kepada makhluk-Nya dalam bentuk orang makan dan minum. (Dinukil dari Firaq Mua'shirah, karya Dr. Ghalib bin Ali Iwaji, juz 2 hal.600). Padahal Allah Ta'ala telah berfirman :
TUJUANPERNIKAHAN DALAM ISLAM. Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas. 1. Untuk Memenuhi Tuntutan Naluri Manusia yang Asasi Pernikahan adalah fitrah manusia, maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini adalah dengan 'aqad nikah (melalui jenjang pernikahan), bukan dengan cara yang amat kotor dan menjijikkan, seperti cara-cara orang sekarang ini; dengan berpacaran, kumpul kebo
MOTIVASIBERZIARAH DALAM PERSPEKTIF TASAWUF STUDI KASUS DI MAKAM SYEKH JA'FAR SHADIQ SUNAN KUDUS SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S.1) dalam Ilmu Ushuluddin dan Humaniora Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi (TP) Oleh: NURUL HASANAH NIM: 114411003 FAKULTAS USHULUDDIN DAN HUMANIORA
Ich Möchte Gerne Eine Frau Kennenlernen. HAKIKAT TASAWUFOleh Syaikh Dr. Sholeh bin Fauzan al FauzanKata tasawuf dan sufi tidak dikenal pada awal Islam. Ia terkenal ada setelah itu atau masuk ke dalam Islam dari umat-umat yang hidup di belakang Islam ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan dalam Majmu’ Fatawa-nya ”Adapun kata sufi tidak dikenal di 3 masa yang utama shahabat, tabi’in, tabi’it tabi’in dan hanya dikenal setelah masa itu. Hal ini banyak dinukil oleh para imam , seperti imam Ahmad bin Hambal , Abu Sulaiman Ad-darani dan lain-lain. Diriwayatkan bahwa Sufyan Ats-Tsuari berbicara tentang masalah ini sufi, tapi sebagian mereka mengatakan riwayat tsb dari Al Hasan Al Sufi itu tidak ada dalam Islam. Ada yang mengatakan bahwa asalnya adalah dari kata Shuuf bulu domba dan inilah yang terkenal di kalangan banyak orang. Dan sufi yang pertama muncul adalah di negeri yang pertama kali mengadakan gerakan sufi ini adalah sebagian dari sahabat Abdul Wahid bin Zaid , ia adalah seorang sahabat Al Hasan Al Basri. Ia Abdul Wahid populer di Basrah dengan sifatnya yang keterlaluan dalam zuhud , ibadah , rasa takut dan lain-lain. Tidak ada penduduk kota itu yang seperti Syaikh telah meriwayatkan dengan sanad-sanadnya dari Muhammad bin Sirin bahwa telah sampai berita kepadanya tentang sebagian kaum yang lebih mengutamakan pakaian dari bulu domba. Ia berkata ” Sesungguhnya ada suatu kaum yang lebih mengutamakan memakai pakaian bulu domba. Mereka mengatakan ingin meniru pakaian Isa bin Maryam, sedangkan bimbingan dari nabi kita lebih kita cintai. Nabi juga memakai pakaian dari katun dan lain-lain, atau komentar yang senada dengan beliau Ibnu Taimiyah melanjutkan ” Mereka menisbatkan kepada pakaian yang dhahir, yaitu pakaian dari bulu domba, maka mereka disebut shuffi…. Akhirnya beliau ibn Taimiyah berkata ” Maka inilah asal tasawwuf, kemudian berkembang menjadi beraneka ragam dan bercabang-cabang”[1]Disini diterangkan bahwa tasawuf tumbuh di negeri-negeri Islam melalui para ahli ibadah dari Basrah sebagai hasil dari sikap keterlaluan mereka dalam zuhud dan ibadah. kemudian hal itu terus berkembang melalui kitab-kitab orang belakangan dan ditanamkan dinegeri-negeri kaum muslimin melalui ideologi-ideologi llain seperti Hindu, Budha dan kepasturan Nashrani. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Muhammad bin Sirrin yang berkata ”Sesungguhnya ada suatu kaum yang lebih mengutamakan memakai pakaian bulu domba. Mereka mengatakan ingin meniru pakaian Isa bin Maryam, sedangkan bimbingan dari nabi kita lebih kita cinta.”Jelaslah bahwa tassawuf memiliki ikatan dengan agama Nashrani !!!Dr. Shobir Tho’imah memberi komentar dalam kitab As Shufiyah Mu’taqadan wa Maslakan ”Jelas bahwa tasawuf memiliki pengaruh dari kehidupan para pendeta Nashrani , mereka suka memakai pakaian dari bulu domba dan berdiam di biara-biara. dan ini banyak sekali . Islam memutuskan kebiasaan ini ketika ia membebaskan negeri dengan tauhid. Islam memberikan bekas dengan jelas terhadap kehidupan peribadatan orang-orang dahulu”[2]Syaikh Ihsan Ilahi Dhahir rahimahullah berkata dalam bukunya At Tashawwuf al Mansya’ wal Mashadir ” Ketika kita memperhatikan dengan telitiI tentang ajaran sufi yang pertama dan terakhir belakangan serta pendapat-pendapat yang dinukil dan diakui oleh mereka di dalam kitab-kitab sufi baik yang lama maupun yang baru, maka kita akan melihat dengan jelas perbedaan yang jauh antara Sufi dengan al Qur’an dan As Sunnah. Begitu juga kita tidak melihat adanya bibit-bibit sufi di dalam perjalanan hidup Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam dan para shahabat beliau , yang mereka adalah sebaik-baik pilihan Allah dari kalangan mahlukNya setelah para Nabi dan Rasul ,ed , tetapi kita bisa melihat bahwa sufi diambil dari percikan kependetaan Nasharani , Brahmana Hindu dan Yahudi serta kezuhudan agama Budha[3].Syaikh Abdurrahman al Wakil rahimahullah berkata di dalam kitabnya Mashra’ut Tashawwuf ”Sesungguhnya tasawwuf itu adalah tipuan/makar paling rendah/hina dan tercela. Setan telah membuatnya menipu para hamba Allah dan memerangi Allah Azza wa Jalla dan rasulNya. Sesungguhnya tasawuf adalah sebagai topeng kaum Majusi agar ia terlihat sebagai seorang yang Rabbani , bahkan juga topeng semua musuh agama ini Islam. Bila diteliti ke dalam akan ditemui di dalamnya ajaran sufi itu Brahmaisme, Budhisme, Zorotoisme, Platoisme, Yahudisme, Nashranisme, dan Paganisme”[4]Dalam kesempatan ini kita telah membawakan pendapat-pendapat dari kitab-kitab sekarang tentang asalnya sufi dan juga banyak yang tidak kita sebutkan yang semuanya saling berpendapat seperti ini. Jelaslah bahwa sufi adalah ajaran dari luar yang menyusup ke dalam Islam. Hal ini tampak dari kebisaan-kebiasaan yang dinisbatkan kepadanya tashawwuf. Sufi adalah suatu ajaran yang aneh asing di dalam Islam dan jauh dari petunjuk Allah Azza wa dimaksud dengan kalangan sufi yang belakangan adalah mereka yang sudah banyak berisi kebohongan. adapun yang terdahulu dinisbatkan , mereka masih netral seperti Al Fudhail bin Iyadh , Al Junaid , Ibrahim bin Adham dan lain-lain.[Disalin dari kitab Haqiqatuth Tashawwuf wa Mauqifush Shufiyyah min Ushulil Ibadah wad Diin, Edisi Indonesia Hakikat Tasawwuf, Penulis Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan, Alih Bahasa, Muhammad Ali Ismah, Penerbit Pustaka As-Salaf , Gumpang RT 02/03 N0. 559 Kertasura Solo 57169 Cetakan I Rabi’ul Tsani 1419 H / Agustus 1998M] ________ Footnote [1] Majmu Fatawa XI 5-7 , 16, 17 [2] As Shufiyah Mu’taqadan wa Maslakan [3] At Tashawwuf al Mansya’ wal Mashadir [4] Mashra’ut Tashawwuf
Para pemikir muslim sepakat bahwa kekuatan akal atau rasionalisme sangat diperlukan dalam kajian-kajian keagamaan. sebagian menyatakan bahwa rasio ditempatkan di bawah wahyu, sebaliknya lagi menganggap bahwa rasio saja telah cukup untuk membimbing manusia dalam mengenal kebenaran dan Tuhan, wahyu diperlukan hanya sebagai justifikasi penemuan akal. Oleh karena itu, timbullah akar-akar ketegangan rasionalisme dalam Islam yakni antara teologi Islam ilm kalam dengan filsafat yang mana kedua pemikiran tersebut dalam Islam sama-sama menggunakan kekuatan rasio. Menurut Lauis Garder dan Anawati, kemunculan sistem berpikir rasional dalam Islam, pertama, karena didorong oleh munculnya mazhab-mazhab bahasa nahw lantaran adanya kebutuhan untuk bisa memahami ajaran Alquran dengan baik dan benar. Kedua, munculnya mazhab-mazhab fiqh sebagai jawaban atas pesoalan-persoalan yang muncul pada syari’at Islam dan ketiga, penerjemahan buku-buku Yunani kuno terutama filsafat Aristoteles. Di sisi lain, untuk menghindari penyimpangan rasionalisme yang berlebihan dan menjawab serangan-serangan serta berkembangnya doktrin-doktrin yag dianggap menyimpang tersebut, para ulama Islam dalam perjuangan yang kemudian memunculkan sebuah sistem berfikir rasional yang saat itu berupa teologi Muktazilah. Selain filsafat dan teologi, ada satu dimensi Islam yang bersifat esoteris yakni tasawuf yang bisa disebut juga mistisisme atau dunia kebatinan. Tasawuf merupakan usaha menaklukkan dimensi jasmani manusia agar tunduk kepada dimensi ruhanu nafs, dengan berbagai cara sambil bergerak menuju kesempurnaan akhlak sesuai dengan batasan kemampuan setelah mengerjakan berbagai kewajiban dan menghindari segala larangan. Namun adakalanya tasawuf menjadi perilaku yang berlebihan dan radikal yang mampu menjauhkan jiwa manusia dari kehidupan dunia. Terlepas dari berbagai persoalan yang timbul dalam dialektika tasawuf dalam Islam, indikasi pengaruh filsafat dalam tasawuf juga tidak dapat dihindarkan terlebih dalam konsep-konsep ketuhanan dan eksistensi manusia sebagai makhluk Tuhan.
Semua orang pasti pernah mendengar kata jodoh, namun kita mungkin jarang mengetahui apa sih pengertian dari jodoh dan hakikat jodoh itu? Ya kali ini bersama kita akan membahas tentang apa itu jodoh dan hakikat tentang jodoh itu sendiri. Kalau kita merujuk pada kamus bahasa Indonesia, maka jodoh itu berarti orang yang cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup. Jodoh juga biasa digunakan untuk kata-kata selain pasangan hidup, yaitu misalnya minum obat dan manjur, maka orang itu berarti berjodoh dengan obat yang dia minum. Lalu apa sih sebenarnya definisi dari jodoh itu? Apakah jodoh itu berarti orang yang sudah menikah dengan kita, dimana jodoh itu ditandai dengan selesainya kalimat ijab dan qabul? Apakah dengan seseorang menikah dengan kita itu berarti jodoh yang sebenarnya? Tapi kalau memang suami istri yang telah menikah adalah jodoh, apakah ketika mereka bercerai berarti mereka bukan jodoh? Apakah jodoh itu sekedar kecocokan yang bersifat sementara, dan jika sudah tidak cocok dan bercerai berarti gagal jodoh? Pemahaman Tentang Jodoh mau menengahi masalah ini. Bahwa orang yang berhasil menikah dengan pasangannya, itu berarti mereka adalah jodoh dengan arti yang sebenarnya, karena pernikahan itu tak dipaksakan dengan kesadaran masing-masing pasangan. Mereka adalah jodoh dalam arti yang hakiki, yaitu keduanya adalah pasangan yang cocok. Namun sayangnya, hidup manusia itu tak semudah seperti apa yang manusia harapkan. Pasti ada masalah yang akan datang pada manusia, termasuk dalam hal jodoh. Perlu dicatat bahwa kecocokan dalam jodoh ketika sudah menikah itu adalah kecocokan baru permulaan saja. Jodoh dalam pernikahan adalah awal mula dari proses untuk mencocokkan antara kedua pasangan itu. Selanjutnya bakalan ada proses-proses pencocokan yang jauh lebih rumit daripada yang dibayangkan. Kalau kedua pasangan bisa bertahan dan berhasil melalui proses pencocokan dalam rumah tangga, maka keduanya akan berhasil. Sebaliknya jika tidak maka umur jodoh pun tak akan abadi, dan akhirnya, bisa tumbang. Pengertian Jodoh Dan Hakikat Jodoh Dalam berjodoh, kedua pasangan jodoh itu tak sepenuhnya sempurna seratus persen karena masing-masing pasangan pasti berbeda dengan pasangannya masing-masing. Walaupun sempurna dan terbaik pun belum tentu cocok dengan pasangannya. Ada kata bijak mengatakan, dua orang yang baik belum tentu menjadi jodoh yang baik. Oleh karenanya, sebagaimana sebutkan sebelumnya, keduanya harus bisa cocok secara terus-menerus. Jodoh Yang Hakiki Nah, jodoh yang hakiki menurut itu adalah jodoh yang bisa terus-menerus melalui proses pencocokan pasangan hingga akhir hayat kedua pasangan itu. Seorang suami bersama istrinya bisa disebut jodoh yang hakiki jika keduanya berhasil melalui beragam masalah dalam rumah tangga sehingga mereka berhasil hidup bersama hingga akhir hidup mereka, hingga detik-detik terakhir hayat mereka. Menurut prespektif ini, ingin mengatakan bahwa kalau orang menikah itu mereka adalah jodoh, namun ketika bercerai berarti mereka berpisah dengan jodohnya. Dan jika kedua pasangan bisa bersama hingga akhir hayat keduanya, maka mereka ini adalah jodoh yang hakiki, jodoh yang sebenar-benarnya. Jodoh sebagaimana singgung sedikit sebelumnya, tidak datang dengan sendirinya langsung cocok dan berjodoh. Tapi jodoh itu ada usaha untuk mencocokkan kedua pasangan. Mudah untuk mencari jodoh tapi yang sulit adalah bagaimana membuat jodoh kita itu adalah jodoh yang hakiki. Itulah arti jodoh yang hakiki menurut Lalu Ada Yang Tanya, Apakah Poligami Juga Jodoh? Nah ini perlu pemahaman yang luas lagi tentang jodoh, bahwa jodoh itu tak melulu dua orang saja. Bahwa dalam agama memang diperbolehkan dalam berpoligami, maka ketika seseorang memutuskan untuk berpoligami, maka istri-istri yang dia miliki itu juga jodoh pastinya, sebagaimana apa yang kita pahami di atas. Arti Istilah Jodoh Haram Ada istilah jodoh halal dan jodoh yang haram. Inti dari jodoh adalah cocok dengan pasangan. Dan dengan pengertian ini, jika dua orang berpasangan tanpa ada ikatan pernikahan saling cocok dan mencintai, maka jika kecocokan ini dijalani dengan hal-hal yang diharamkan dalam agama, maka bisa disebut bahwa keduanya adalah jodoh yang haram. Sebaliknya, jika kedua pasangan yang cocok ini kemudian meneruskan pada pernikahan, maka keduanya bisa disebut jodoh yang halal. Jadi jodoh sebenarnya tak terbatas pada ikatan pernikahan saja, karena inti dari jodoh itu sebenarnya ada pada kata kecocokan. Namun dengan adanya ikatan yang sah itu menunjukkan puncak dari kecocokan kedua pasangan manusia ini, karena dengan pernikahan, keduanya terikat untuk melakukan kewajiban dan mendapatkan haknya yang bisa melindungi kedua pasangan itu untuk bisa menjadi jodoh yang lebih hakiki.
Hadits tentang jodoh. Foto UnsplashJodoh adalah salah satu rahasia Allah SWT yang menjadi pertanyaan besar bagi manusia. Jodoh merupakan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT yang tertulis dalam lauhul mahfuz dan ditakdirkan dengan atau pria baik niscaya akan dipertemukan dengan yang baik pula, begitu pula sebaliknya. Namun dalam proses pencarian sendiri ada yang berpendapat bahwa jodoh ditentukan melalui usaha dan berikhtiar yang sisanya diserahkan kepada Allah agama Islam sendiri terdapat beberapa hadits yang membahas tentang jodoh. Berikut beberapa hadist yang bicara mengenai Jodoh Pasti BertemuKalimat bahwa "jodoh tak akan kemana" rupanya memang benar. Jodoh menjadi cerminan diri dan tidak akan jauh dari siapa kita saat جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ “Ruh-ruh itu diibaratkan seperti tentara yang saling berpasangan, yang saling mengenal sebelumnya akan menyatu dan yang saling mengingkari akan berselisih.” HR. Bukhari dan MuslimHal ini juga dikuatkan dengan salah satu ayat dalam Alquran, yakni surat An Nur ayat لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ.“Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik”. QS. An Nur26Hadits tentang jodoh. Foto UnsplashHadits Jodoh di Tangan Allah SWTSebagai bagian dari takdir Allah SWT, jodoh menjadi sebuah ketetapan yang telah ditulis bahkan tahun sebelum manusia dilahirkan di bumi. كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ"Allah mencatat takdir setiap makhluk tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” HR. MuslimAnjuran Memilih Jodoh Menurut Rasulullah SAWWanita atau pria yang baik agamanyaAnjuran untuk memilih calon pasangan yang baik agamanya tercatat dalam hadits berikut المرأة لأربع لمالها ولحسبها وجمالها ولدينها، فاظفر بذات الدين تربت يداك“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya keislamannya, sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” HR. Bukhari-MuslimWanita yang penyayang dan suburRasulullah SAW menganjurkan untuk memilih calon istri yang penyayang dan الودود الولود فاني مكاثر بكم الأمم“Nikahilah wanita yang penyayang dan subur! Karena aku berbangga dengan banyaknya ummatku.” HR. An Nasa’I dan Abu DawudMengetahui baik agama dan akhlaknya apabila ada yang melamarعن أبي هريرة قال رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا أتاكم من ترضون خلقه و دينه فانكحوه إلا تفعلوا تكن فتنة في الأرض وفساد عريض . رواه الحاكم وقال هذا حديث صحيح الإسناد و لم يخرجاه"Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda “Apabila datang kepada kalian siapa yang kalian ridhai akhlak dan agama nya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak kalian lakukan, niscaya akan menjadi fitnah dan muka bumi dan kerusakan yang luas.” HR. Al-Hakim – sanadnya shahihHiasan terbaik bagi seorang pria adalah wanita sholihahالدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَاالْمَرْأَةُ الصَّالِحَة“Dunia adalah hiasan, dan sebaik-baik hiasan dunia adalah wanita Sholehah.” MuslimHadits tentang jodoh. Foto UnsplashNikahi wanita yang merdekaمَنْ أَرَادَ أَنْ يَلْقَى اللَّهَ طَاهِرًا مُطَهَّرًا فَلْيَتَزَوَّجْ الْحَرَائِرَ“Barang siapa yang mau menghendaki Allah dalam keadaan suci dan disucikan, maka hendaklah dia mengawini wanita merdeka." HR. Imam ibn MajahMenjalankan sunnah adalah menikahمن أحب فطرتي فليستن بسنتي ومن سنتي النكاح . رواه أبو يعلى قال حسين سليم أسد رجاله ثقاتDari Ubaid bin Sa’ad, Rasulullah SAW bersabda “Siapa yang menyukai fitrahku hedaknya ia bersunnah dengan sunnahku, dan termasuk sunnahku adalah menikah.”Jangan meminang wanita yang sudah di pinang oleh pria lainأَنْ يَبِيعَ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَلَا يَخْطُبَ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ حَتَّى يَتْرُكَ الْخَاطِبُ قَبْلَهُ أَوْ يَأْذَنَ لَهُ الْخَاطِبُ“Sesama mukmin adalah bersaudara, maka baginya tidak halal menawar barang yang telah ditawar dibeli oleh saudaranya dan tidak halal meminang perempuan yang telah dipinang oleh saudaranya, kecuali bila saudaranya telah membatalkan pinangan.” Al Hadits Riwayat Bukhari dan MuslimKeberuntungan seorang muslim adalah mendapatkan wanita shalihahمَا اسْتَفَادَ الْمُؤْمِنُ بَعْدَ تَقْوَى اللَّهِ خَيْرًا لَهُ مِنْ زَوْجَةٍ صَالِحَةٍ إِنْ أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ وَإِنْ نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ وَإِنْ أَقْسَمَ عَلَيْهَا أَبَرَّتْهُ وَإِنْ غَابَ عَنْهَا نَصَحَتْهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِه”Tidak ada keberuntungan bagi seorang mukmin setelah bertaqwa kepada Alloh kecuali memiliki seorang istri yang Sholih. Yang bila disuruh, menurut dan bila di pandang menyenangkan, dan bila janji menepati, dan bila ditinggal pergi bisa menjaga diri dan harta suaminya.” HR. Ibnu Majah
Saya masih ingat pandangan saya dulu “Kalau dua insan sudah berjodoh, pasti mereka berdua memiliki banyak kesamaan dan kecocokan. memlih pasangan pun harus sesuai keinginan dan faktor kecocokan dan kriteria kita. lalu apa sih yg dimaksud dgn JODOH. Sebab, pasangan yang kini menjadi pendamping seumur hidup saya ternyata lebih banyak ketidak cocokannya malah bertentangan apa yg dulu bayanngkan dan inginkan. Akhirnya saya bisa mengambil kesimpulan sendiri, bahwa sebenarnya hakekat jodoh itu bukanlah seperti pandamgan saya dulu. ada lagi pandangan bahwa dua manusia yang merasa saling berjodoh pasti memiliki ikatan emosional, spiritual dan fisik antara keduanya. Hanya dengan menatap matanya, kita akan merasakan getaran dan cinta Benarkah seperti itu kah jodoh kita? lalu bagaimanakah bila ada pasangan pasutri belum pernah merasakan hal itu, karena selama pernikahannya yg ada penderitaan dan tekanan bathin kekecewaam dan demi kekecewaan. Menurut saya JODOH sesuatu yg klop dan matching yg ALLAH berikan sesuai kebutuhann kita. artinya bahwa karakter, sifat dan jiwa serta diri kita yg seperti ini akan klop dan matching bila diberi pasanggan seperti ini. Disanalah kita akan berkembang bersikap bijaksana konsekuensinya adalah bahwa pernikahan itu banyak hal tidak enaknya. inilah yg dimaksud RASULLAH bahwa nikah itu menyempurnakan agama, karena disanalah kita akan belajar shbar, tanggung jawab, komitmen dan belajar memaklumi. Jika pasangan merupakan cobaan untuk seseorang untuk melampaui batas maksimum kemampuannya, maka sebenarnya kesulitan serta masalah yang menyertai hadirnya pasangan hidul pasti akan dibarengi dengan kemampuan kita yang sangat pas untuk mengatasi kesulitan itu. INILAH yg dsbt jodoh atau klop. Karakter pasangan yang begini hanya cocok untuk menguji karakter kita yang begitu, karena akan memunculkan kemampuan kita hingga level sekian dan akan merubah dirimya hingga level sekian. Karena Allah menyukai orang-orang yang berpikir, maka hanya orang tua yang mau berpikir, bersabar dan berusaha maksimal saja yang berhasil menjalani pernikahannya.
hakikat jodoh menurut tasawuf