halaqah 60 beriman kepada hari akhir
Sesiapayg beriman kpd Allah dan Hari Akhirat, mk hendaklah dia berCAKAP hanya pkara yg BAIK atau DIAM.(HR Muslim: #69) ~*~HR Anas bin Malik RA; Rasulullah SAW berSabda: 3 perkara yg akan mgikuti MAYAT dan 2 drpdanya akan pulang. Pkara yg mengiringi ke kubur, ialah: [1]Kaum Kerabat, [2]Harta dan [3]Amalannya.
Nabidan rasul sebetulnya sama-sama menyerukan pada manusia untuk beriman pada Allah SWT. Namun cara yang ditempuh keduanya berbeda. Tugas rasul misalnya wajib menjadi teladan bagi manusia, yang tidak ada dalam tugas Menyerukan iman kepada hari akhir dan hari pembalasan; Menerangkan syariat demi kemaslahatan dan kebahagiaan manusia di
fRasullahSAW adalah rahmat bagi semesta alam, kebaikan dan keberkahannya tidak hanya didapatkan. oleh orang-orang yang semasanya dan tidak pula berakhir dengan wafatnya. Kepada Nabi Muhammad SAW, Allah SWT berfirman, " dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) kententraman jiwa bagi mereka.
Amalanamalan infirodi kita harus tertib ; shalat wajib dan shlat sunatnya, tilawat Qur annya, dzikirnya, karena amalan infirodi bagi yang sedang da`wah bagaikan sayap burung. Siang hari da`wah, malam hari do`a, banyak-banyaklah manangis di saat berdo`a dalam tahajud. Mohonlah hidayah untuk seluruh saudara-saudara kita dan umat seluruh alam.
27 KESIMPULAN Secara kesimpulannya, hasil daripada perbincangan kumpulan dan rujukan daripada sumber-sumber yang berautoriti, kami telah menyusun 10 tanda-tanda kiamat besar yang akan berlaku seperti berikut: 1) Kemuculan Dajjal 2) Keluarnya asap (ad-Dukhan) 3) Turunnya Nabi Isa AS 4) Kemunculan Ya’juj Ma’juj 5) Terbit Matahari daripada
Ich Möchte Gerne Eine Frau Kennenlernen.
👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, حفظه لله تعالى 📗 Beriman Kepada Hari Akhir السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين Halaqah yang ke-22 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Keadaan Islam Setelah Meninggalnya Nabi Isa alaihissalam” Setelah jaya di zaman Nabi Isa alaihissalam, melemahlah islam kembali sedikit demi sedikit dan akan diangkat Al-Quran. Rasulullah ﷺ bersabda Islam akan hilang sedikit demi sedikit, seperti hilangnya lukisan pada pakaian. Sehingga tidak diketahui apa itu puasa, sholat, menyembelih dan juga shadaqah. Akan pergi Alquran dalam satu malam, sehingga tidak tersisa satu ayat pun. Dan akan ada beberapa kelompok manusia, laki-laki tua dan wanita tua dan mengatakan “Kami mendapatkan nenek moyang kami dahulu di atas kalimat Laa ilaa ha illallah, maka kami pun mengatakannya.” Hadits Shahih Riwayat Ibnu Majah Akan datang masa di mana banyak perzinaan dilakukan secara terang-terangan di pinggir jalan HR. Muslim Tidak ada haji ke Baitullah HR. Bukhari. Dan ka’bah akan dihancurkan oleh sebagian orang HR. Muslim Manusia akan kembali ke zaman jahiliyyah bahkan lebih parah. Akan kembali tersebar penyembahan terhadap berhala dan merekalah orang-orang yang akan menyaksikan dahsyatnya hari kiamat. Rasulullah ﷺ bersabda لَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا عَلَى شِرَارِ الْخَلْقِ، هُمْ شَرٌّ مِنْ أَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ Tidak akan bangkit hari kiamat kecuali atas orang-orang yang paling jelek yang mereka lebih jelek dari pada orang yang hidup di zaman jahiliah HR. Muslim Urutan tanda-tanda besar hari kiamat sampai meninggalnya Nabi Isa alaihissalam jelas di dalam hadits-hadits shahih, demikian pula tanda terakhir, yaitu, keluarnya api yang menggiring manusia ke Mahsyar atau tempat pengumpulan. Adapun 6 tanda yang lain, 1. terbitnya matahari dari barat, 2. keluarnya hewan melata dari Bumi, 3. keluarnya asap, 4. tiga khosf yaitu tenggelamnya sebagian tanah di barat, 5. tenggelamnya sebagian tanah di timur dan 6. tenggelamnya sebagian tanah di jazirah arab, Maka wallahu a’lam tentang urutan yang benar, bagi 6 tanda ini. Hanya Rasulullah ﷺ telah mengabarkan bahwasanya antara terbitnya matahari dari barat dan keluarnya seekor hewan melata dari bumi, ini jaraknya sangat dekat. Apabila salah satu dari keduanya muncul, maka yang lain akan segera muncul HR. Muslim itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya. وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
Abdul Rohman WhatApps +62896-3338-0036 Email mail
Download audio السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين Halaqah yang ke-60 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Beberapa Contoh Dosa Penyebab Jatuhnya Seseorang ke Dalam Neraka Bagian Pertama.” Dosa yang dilakukan oleh seorang muslim, apabila Allah Subhānahu wa Ta’āla tidak mengampuninya akan menjadi sebab seseorang terjatuh ke dalam neraka. Di antara dosa tersebut adalah ▪Dosa Bid’ah Rasulullah shallallāhu alayhi wa sallam bersabda, وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ “Dan sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan. Dan setiap yang diada-adakan adalah bid’ah. Dan setiap bid’ah adalah sesat. Dan setiap kesesatan di dalam neraka. ” Hadits Shahih Riwayat Nasa’i Bid’ah inilah yang sebenarnya telah memecah-belah umat Islam. Umat yang dahulunya bersatu, satu di atas Al Quran dan Al Hadits dengan satu pemahaman, yaitu pemahaman para sahabat Nabi shallallāhu alayhi wa sallam generasi terbaik umat Islam, menjadi berbagai aliran yang banyak. Golongan yang selamat adalah golongan yang tetap berpegang dengan Islam yang murni yang dipahami oleh para sahabat Radhiyallāhu anhum. Rasulullah shallallāhu alayhi wa sallam bersabda وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِى عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِى النَّارِ إِلاَّ مِلَّةً وَاحِدَةً قَالُوا وَمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِى “Dan akan berpecah-belah umatku menjadi 73 golongan. Semuanya masuk ke dalam neraka kecuali satu golongan. Mereka berkata, Siapakah golongan tersebut ya Rasulullah?’ Beliau menjawab, Golongan yang berada di atas jalanku dan jalan para sahabatku’.” Hadits Hasan Riwayat Tirmidzi. Ucapan Beliau shallallāhu alayhi wa sallam “ummati” yaitu umatku, menunjukkan bahwasanya aliran-aliran tersebut tidaklah kafir dengan bid’ah yang mereka lakukan. Dan ucapan beliau shallallāhu alayhi wa sallam semuanya masuk neraka, menunjukkan bahwasanya bid’ah yang mereka lakukan adalah dosa besar yang menyebabkan masuk neraka. Kalau Allah menghendaki, maka Allah mengampuni tanpa diadzab dan kalau Allah menghendaki maka Allah akan mengadzab di neraka sampai waktu yang Allah kehendaki. Seorang muslim hendaknya menjauhi aliran-aliran sesat tersebut yang di antara ciri-cirinya ➙Mereka tidak kembali kepada pemahaman para sahabat di dalam memahami Al Quran dan Al Hadits. ➙Tidak memiliki perhatian yang besar terhadap aqidah dan tauhid. ➙Mendahulukan akal di atas dalil. ➙Bersembunyi-sembunyi di dalam beragama. ➙Dan ada di antara mereka yang memiliki bai’at khusus kepada pemimpin aliran, Dan diantara cirinya √ Mencela dan membicarakan kejelekan penguasa. √ Tidak berhati-hati di dalam berdalil dengan hadits-hadits Rasulullah shallallāhu alayhi wa sallam. √ Mencukupkan diri dengan Al Quran tanpa hadits di dalam berdalil. √ Dan diantara cirinya mereka mudah mengkafirkan orang yang tidak sependapat dengan mereka. Hendaknya seorang muslim meninggalkan bid’ah meskipun dianggap baik atau hasanah oleh sebagian manusia. Meninggalkan aliran-aliran sesat tersebut dan jangan tertipu dengan pakaian atau banyaknya jumlah mereka. Karena kebenaran tidak diukur dengan perkara-perkara tersebut, tapi diukur dengan kesesuaiannya dengan Al Quran dan Al Hadits. Menasehati para pengikut aliran sesuai dengan kemampuan supaya kembali kepada kebenaran dengan cara yang hikmah, merupakan bentuk rasa cinta kita kepada saudara se-Islam dan upaya menyatukan umat di atas kebenaran serta menyelamatkan mereka dari ancaman neraka. Dan perlu diketahui bahwasanya meninggalkan aliran-aliran tersebut juga bukan berarti seseorang hidup jauh dari agama, menjauhi ilmu dan para ulama kemudian mengikuti syahwat dan hawa nafsunya. Karena seorang muslim di dunia ini dituntut untuk menjauhi fitnah syubhat kerancuan berpikir dan menjauhi fitnah syahwat. Semoga Allah Subhānahu wa Ta’āla memberikan hidayah kepada kita semua. Itulah halaqah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya. والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته Abdullah Roy, Di kota Al-Madinah Materi audio ini disampaikan di dalam grup WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy.
🎙 Ustadz Dr. Abdullah Roy, حفظه لله تعالى 📗 Beriman Kepada Hari Akhir السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين Halaqah yang ke-45 dari Silsilah Berimān Kepada Hari Akhir adalah tentang”Penegakan Qishas atau Hukuman Bagi Orang-orang Yang Zhālim” Termasuk keadilan Allāh Subhānahu wa Ta’āla adalah menegakkan qishas di antara makhluk di hari kiamat. Tidak ada makhluk yang dizhālimi di dunia oleh yang lain kecuali akan Allāh kembalikan haknya di hari kiamat, bahkan diantara hewan. Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam bersabda لتؤدن الحقوق إلى أهلها يوم القيامة حتى يقاد للشاة الجلحاء من الشاة القرناء “Sungguh akan diberikan hak-hak ini kepada pemiliknya di hari kiamat sampai akan di qishas seekor kambing yang bertanduk karena kezhāliman yang dia lakukan terhadap kambing yang tidak bertanduk.” Hadīts Riwayat Muslim Akan didatangkan orang yang dzalim dan di zhālimi sekecil apapun kezhāliman tersebut. Baik kezhāliman berupa harta seperti √ Pencurian √ Perampokan √ Penipuan √ Hutang Atau kezhāliman kehormatan seperti √ Umpatan √ Ghibāh yaitu membicarakan kejelekan orang lain, tuduhan palsu Atau kezhāliman fisik seperti √ Pemukulan √ Pembunuhan, dan lain-lain. Penegakan keadilan saat itu adalah dengan hasanah dan sayyiah. Orang yang zhālim akan diambil hasanahnya dan diberikan kepada orang yang dizhālimi. Apabila orang yang zhālim tersebut tidak memiliki hasanah, maka sayyiah orang yang dizhālimi akan diberikan kepada orang yang zhālim tersebut. Orang yang bangkrut di hari tersebut adalah orang-orang yang terlalu banyak kezhālimannya di dunia. Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam bersabda yang artinya “Sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan ummatku adalah yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalāt, pahala puasa dan pahala zakāt. Dia datang pada hari tersebut dan dahulu di dunia dia telah mencela si Fulān, menuduh si Fulān berzinah, memakan harta si Fulān, menumpahkan darah si Fulān dan memukul si Fulān. Maka hasanah atau pahala kebaikan orang tersebut akan diberikan kepada si Fulān, lalu si Fulān. Sehingga apabila habis hasanah orang tersebut sebelum dia melunasi hak orang lain maka akan diambil dosa-dosa orang yang pernah dia zhālimi tersebut dan dipikulkan kepadanya, kemudian akhirnya dia dilemparkan ke dalam neraka.” Hadīts Riwayat Muslim Oleh karena itu seorang muslim di dunia apabila berbuat zhālim maka hendaknya bersegera untuk minta maaf dan mengembalikan hak orang yang pernah dia zhālimi. Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam bersabda yang artinya “Barang siapa yang memiliki kezhāliman kepada orang lain baik berupa kehormatan atau sesuatu yang lain maka hendaklah dia meminta dihalalkan darinya pada hari ini. Sebelum datangnya hari yang di situ tidak ada lagi dinar maupun dirham.” Hadīts Riwayat Bukhari Orang yang dizhālimi di dunia boleh membalas dengan balasan yang setimpal. Akan tetapi tidak boleh dia membalas dengan berlebihan, karena dengan demikian justru dia menjadi orang yang zhālim yang akan diambil kebaikannya. Dan apabila dia memaafkan maka Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan memberikan pahala yang besar. Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman وَجَزَٲٓؤُاْ سَيِّئَةٍ۬ سَيِّئَةٌ۬ مِّثۡلُهَاۖ فَمَنۡ عَفَا وَأَصۡلَحَ فَأَجۡرُهُ ۥ عَلَى ٱللَّهِۚ إِنَّهُ ۥ لَا يُحِبُّ ٱلظَّـٰلِمِينَ “Dan balasan sebuah kejelekan adalah kejelekan yang setimpal. Dan barang siapa yang memaafkan dan memperbaiki, maka pahalanya atas Allāh Subhānahu wa Ta’āla. Sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak mencintai orang-orang yang zhālim.” QS Asy Syūrā 40 Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya. والسلام-عليكم-ورحمة-اللّه-وبركاته
halaqah 60 beriman kepada hari akhir